Skip to main content
Wangsa Bakti PPKN STID Sirnarasa Gelar SABANGKARSA untuk Cetak Instruktur Nasional Bela Negara - STID Sirnarasa
Umum

Wangsa Bakti PPKN STID Sirnarasa Gelar SABANGKARSA untuk Cetak Instruktur Nasional Bela Negara

Wangsa Bakti PPKN STID Sirnarasa Gelar SABANGKARSA untuk Cetak Instruktur Nasional Bela Negara

SABANGKARSA yang digelar Wangsa Bakti PPKN STID Sirnarasa pada 29–30 Desember 2025 berlangsung khidmat selama dua hari dan diikuti 32 peserta dari berbagai lembaga pelatihan. Dibuka dengan talqin dzikir oleh Dr. KH. Dadang Muliawan, kegiatan ini menghadirkan materi kebangsaan dari Haryo Budi Rahmadi yang disampaikan secara afektif hingga membuat beberapa peserta terharu hingga meneteskan air mata. Acara ditutup dengan Game Merah-Putih dan bertujuan membentuk calon Instruktur Nasional Bela Negara yang berkarakter tangguh untuk mendukung visi Indonesia Berlian 2045.

Ciwidey, Bandung ---Wangsa Bakti PPKN STID Sirnarasa sukses menyelenggarakan SABANGKARSA (Sarasehan Pembangunan Karakter Kebangsaan) pada 29–30 Desember 2025 di Character Building Camp BP3KSDMT Kemenhub, Ciwidey, Kabupaten Bandung, bekerja sama dengan Swadaya Riset, KuatBaca.com, dan Bali Forages. Acara yang berlangsung selama dua hari ini dibuka dengan talqin dzikir oleh Dr. KH. Dadang Muliawan, M.Sos, dan diikuti oleh 32 peserta dari berbagai lembaga pelatihan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan penuh kekhidmatan dan antusiasme.

SABANGKARSA digagas untuk melahirkan calon Instruktur Nasional Bela Negara yang mampu membangun karakter generasi tangguh berlandaskan nilai-nilai luhur bangsa, seperti gotong royong dan semangat Sishankamrata, demi memperkokoh ketahanan nasional dari pusat hingga daerah.

Dalam sesi utama, peserta mendapat pembekalan dari Haryo Budi Rahmadi (Wisesa Utama Bela Negara) yang menyampaikan materi ketahanan nasional dan wawasan kebangsaan. Melalui komunikasi yang afektif dan penuh ketulusan, penyampaiannya mampu menyentuh perasaan peserta—bahkan beberapa di antaranya tampak terharu hingga meneteskan air mata. Haryo menegaskan bahwa ketahanan nasional merupakan integrasi seluruh kekuatan bangsa dalam menghadapi ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan (AGHT), yang mencakup aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan keamanan, dan sumber daya alam.

Ia juga menguraikan bahwa wawasan kebangsaan harus menjadi fondasi karakter bangsa yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945, dengan persatuan sebagai pondasi utama untuk menjaga keutuhan NKRI. Semangat bela negara, menurutnya, merupakan kewajiban dan kehormatan setiap warga negara, terutama generasi muda yang menjadi pengganda kekuatan dalam menghadapi ancaman hibrida.

Selama kegiatan, peserta diajak memperkuat nilai kebangsaan melalui diskusi, praktik lapangan, dan refleksi karakter. Pada penutupan acara, seluruh peserta mengikuti Game Merah-Putih, sebuah kegiatan simbolik untuk menanamkan kolaborasi, kekompakan, serta kecintaan pada tanah air.

SABANGKARSA bukan sekadar camp, tetapi sebuah panggilan untuk mencetak kader bangsa yang memiliki wawasan kebangsaan kuat, karakter tangguh, dan komitmen nyata dalam menyongsong Indonesia Berlian 2045.

/HNM